Inilah Tiga Momen Buruk yang Tak Mungkin Terlupakan oleh Ronaldo

Berita bola tidak lengkap rasanya jika tidak diwarnai dengan berita dari mega bintang Real Madrid yaitu CR 7. Cristiano Ronaldo bisa dipastikan adalah pemain terbaik dunia di zaman sepakbola modern saat ini, bahkan bisa dimasukan sebagai salah satu yang terbaik dalam sejarah munculnya sepakbola. Kepastian ini tidak lepas dari apa yang sudah dicapai oleh Ronaldo bersama klub dan juga timnas Portugal.

Berbagai macam gelar bergengsi berhasil diraih Ronaldo. Dan yang paling berharga untuk Ronaldo adalah pencapaian dilevel individu, akan tetapi sebagai sosok manusia biasa, maka Ronaldo tak lepas dari momen-momen buruk sepanjang karirnya. Berikut kami tampilkan tiga momen buruk Ronaldo disepanjang putaran domestik hingga dunia.

1. Momen kartu Merah

Kartu merah, jelas saja jika kartu merah ini sangat terkesan buruk ketika pemain mendapatkannya dari pengadil lapangan, namun disini adalah momen terburuk yang mungkin tak bisa dilepaskan oleh Ronaldo soal kartu merah.

Jika dilihat, maka momen terburuk Ronaldo terjadi dalam ajang Liga Champions saat membela Manchester united dan saat mendapat beragam kecaman usai menendang kaki pemain lawan di ajang La Liga bersama Real Madrid. Dua momen ini menjadi momen yang tak bisa dilupakan Ronaldo.

Saat ini, Ronaldo masih tak bisa lepas dan menahan emosi atau pun kontroversi diatas lapangan hijau. Terkadang Ronaldo menjadi pusat perhatian pemain lain untuk dicari kelemahan, karena Ronaldo merupakan andalan mesin gol EL Real.

2. Momen Ballon d’Or

Bila berbicara gelar individu ini, maka sangat sensitif bagi Ronaldo. Bagaimana tidak?, Ronaldo telah memenangkan empat edisi Ballon d’or, antara lain di tahun 2008, 2013, 2014 dan 2016. Namun apa jadinya ketika momen ini masih terkesan buruk jika melihat dari rival abadi Ronaldo di Barcelona, Lionel Messi yang sukses meraih lima gelar.

Ada kesempatan bagi Ronaldo untuk menyamai rekor Messi ketika dirinya masih tergabung bersama Real Madrid dan timnas Portugal.

3. Gagal di Final Euro 2004

Satu yang lebih menyakitkan adalah level timnas Portugal, dimana Ronaldo merasakan sakitnya meraih kekalahan dilaga final. Tak tanggung-tanggung, Ronaldo harus merelakan gelar piala Euro jatuh ke tangan Yunani, bermain dalam drama final kontra Yunani di Euro 2004.

Ronaldo dan timnas Portugal berkesempatan menjadi tuan rumah, sempat menjalani babak kualifikasi dengan sangat mulus dan mencapai babak final. Namun sayang, dipartai puncak mereka harus mengakui semangat juang Yunani yang sukses mencuri gol pada menit-menit babak tambahan.

Berdasarkan tiga ulasan momen buruk Ronaldo, maka disini bisa dikatakan sang pemain sudah bisa melupakan dan mencapai titik tertinggi. Dimana saat ini, Ronaldo berpeluang menjadi kandidat pemenang Ballon d’Or edisi 2017 usai mengantarkan Real Madrid juara dua kali beruntun di Liga Champions.

Dan pencapaian terbaiknya adalah menciptakan sejarah baru dari ajang internasional, pada musim 2016 lalu. Ronaldo dan timnas Portugal berhasil menjadi juara Eropa usai menang atas Prancis dengan skor tipis 2-1.

Leave a Reply